Tampilkan postingan dengan label dynamometer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dynamometer. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 Juni 2022

Pabrik Otomotif, butuh Chassis Dynamometer ga ya?

Pabrik Otomotif, butuh Chassis Dynamometer ga ya?

chassis dynamometer

Bila kita berdialog mengenai pabrik kendaraan, apakah kalian ketahui gimana metode supaya seluruh  kendaraan yang mempunyai tipe yang sama dapat mempunyai spesifikasi serta pula performa yang sama? Jikalaupun seluruh kendaraan tersebut terbuat ataupun dirakit dengan SOP yang sama, apakah bisa jadi? Seluruh kendaraan yang dapat menggapai ratusan ataupun apalagi ribuan unit tersebut tidak mempunyai satupun kesalahan dalam proses perakitannya? Jawabannya merupakan, sebab kendaraan yang sudah berakhir dirakit tersebut hendak dicoba pengujian dengan memakai suatu perlengkapan pengujian, perlengkapan tersebut merupakan Chassis Dynamometer.

Chassis dynamometer ini mempunyai fungsi selaku media pengujian yang hendak mengukur kinerja serta pula performa optimal pada suatu kendaraan. Tidak dapat dipungkiri bila suatu pabrik hendak mempunyai spesifikasi mereka tertentu yang hendak mereka pakai buat kendaraan yang hendak mereka penciptaan. Kendaraan yang dibuat tersebut pula wajib mempunyai performa yang cocok dengan spesifikasi tersebut. Gimana metode mengenali jika kendaraan tersebut telah lolos serta penuhi ketentuan spesifikasi tersebut?

Ya, benar sakali, Chassis Dynamometer mempunyai kedudukan yang sangat berarti dalam proses pembuatan kendaraan tersebut, supaya kendaraan cocok dengan spesifikasi serta layak buat dijual. Proses dari pengujian ini pula hendak dicoba 1 per 1 pada kendaraan dengan metode meletakkan kendaraan diatas perlengkapan pengujian. Nantinya roller yang ada pada perlengkapan pengujian hendak berbalik bersamaan dengan perputaran dari roda pada kendaraan, serta nantinya hasil dari pengujian hendak ditampilkan pada layar display yang ada pada perlengkapan, kemudian hendak hasil dari pengujian hendak dibanding dengan spesifikasi yang terdapat.

Jadi, apakah pabrik otomotif memerlukan Chassis Dynamometer? Jawabannya merupakan" harus" sebab bila tanpa perlengkapan pengujian ini, bisa jadi suatu pabrik yang memproduksi kendaraan hendak menghabiskan waktu yang lama cuma buat mencocokkan performa kendaraan dengan spesifikasi yang sudah mereka buat. 



Sumber : Dynamometer Indonesia

Jumat, 27 Mei 2022

Ketahui Performa Mesin Kendaraan Menggunakan Engine Dynamometer

Ketahui Performa Mesin Kendaraan Menggunakan Engine Dynamometer

engine dynamometer

Buat suatu pabrik sangat berarti buat mengenali keadaan serta pula performa mesin kendaraan yang mereka penciptaan, baik itu mobil ataupun motor. Sebab Menimpa tersebut sangat bepengaruh kepada mutu engine yang mereka pakai pada mesin kendaraan yang mereka penciptaan. Dulu, disaat dikala disaat dikala saat sebelum ditemuinya perlengkapan pengujian buat mesin kendaraan, proses pengujian dicoba dengan tata tata metode menaiki kendaraan serta melaksanakan kendaraan pada sebagian jalanan semacam tanjakan, turunan, jalur berkelok lho, pengujian ini lumayan banyak memakan waktu serta pula tenaga.

Dalam sebagian dekade terakhir, para insinyur pula melaksanakan bermacam berbagai inovasi sampai terciptalah salah satu dari sebagian mesin mutakhir tersebut, mesin itu yakni Engine Dynamometer. Tata tata metode kerja dari mesin ini yakni dengan tata tata metode membebaskan“ mesin” dari kendaraan, sehabis itu mesin tersebut akan dipasangkan ke Engine Dynamometer buat dicoba pengujian.

Dikala mesin dalam proses pengujian, dynamometer akan mengukur torsi serta pula RPM dari mesin kendaraan. Hasil dari pengujian tersebut nantinya akan dibanding dengan mesin kendaraan yang telah lolos uji, apabila ada sebagian kehancuran besar maupun kecil, nantinya akan nampak pada hasil pengujian tersebut.

Pusing memilih Engine Dynamometer yang sesuai buat kebutuhan pengujian Kamu? terdapat sebagian Menimpa berarti yang wajib dicermati kala memilih Engine Dynamometer, antara lain:

Memilih absorber yang sesuai dalam pengujian

Ada 3 tipe absorber yang ada kala Kamu memilih perlengkapan pengujian ini, terdapat“ Water Brake Absorber”,“ Eddy Current” sehabis itu terdapat“ Alternating Current Absorber” ataupun yang biasa diucap dengan AC. Kamu bisa menekuni ketiga tipe tersebut serta memilih jenis semacam apa yang sangat sesuai dalam pengujian mesin kendaraan.

Perhatikan standar RPM serta pula torsi pada mesin kendaraan

Tidak hanya wajib hati- hati dalam memilih absorber, perhatikan pula standar dari RPM serta pula torsi dari mesin kendaraan. Yakinkan seluruh telah cocok dengan spek yang ada pada mesin dynamometer.

Memilih Supplier yang tepat

Disaat dikala disaat dikala saat sebelum membeli mesin dynamometer, yakinkan Kamu memilih supplier yang sesuai. Memilih supplier yang bisa diajak bertanya terpaut mesin serta dynamometer meski telah melalui masa pembelian. Perhatikan pula apakah supplier tersebut nantinya akan sediakan jasa kalibrasi ataupun revisi pada mesin, sebab umumnya cuma meraka yang sangat mengerti tentang perlengkapan pengujian yang mereka jual. 


Sumber : Dynamometer Indonesia

Senin, 23 Mei 2022

no image

Uji Mesin Kendaraan Menggunakan Chassis Dynamometer

Chassis Dynamometer ialah sesuatu peralatan pengujian yang berfungsi sebagai mesin pengukur tenaga dan juga torsi pada mesin pada sesuatu kendaraan. hasil dari pengukuran dengan mengenakan peralatan ini dapat menunjukkan berapa tenaga dan juga torsi yang didapat yang disamakan dengan pada disaat kendaraan berjalan. Bisa kita ibaratkan apabila lantai maupun roller pada chassis dynamometer ini sebagai jalan raya, karena hasil yang didapatkan dengan mengenakan chassis dynamometer tidak akan berbeda jauh dengan hasil yang didapatkan di jalan raya. Apabila dibandingkan dengan engine dynamometer, peralatan ini sangat berbeda. Karena hasil pengujian dari mesin ini didapatkan dari kondisi kendaraaan yang terbeban, kebalikannya hasil pengujian dari engine dynamometer yakni hasil dari kondisi mesin tanpa terbeban.

2 macam Cara Kerja Dynamometer

Axle Dynamometer

Axle Dynamometer ini ialah tata metode pengujian chassis yang berfokus pada As kendaraan, tata cara kerjanya ialah dengan tata cara menghubungkan tiap- masing- masing as pada kendaraan pada chassis dynamometer. Sehabis itu Axle Chassis Dynamometer akan digerakkan oleh as kendaraan, dari perputaran tersebutlah hasil torsi dan tenaga maksimal dari mesin kendaraan akan didapatkan.

On- Wheel Dynamometer

Buat pengujian On Wheel Chassis Dynamometer ini, tata cara kerjanya sangat simpel, karena para user dari mesin ini tidak perlu membuka ban kendaraan mereka semacam pada pengujian Axle Dynamometer. Mesin pengujian ini memiliki roller yang dapat berputar bertepatan dengan perputaran ban kendaraan, perputaran dari roller tersebutlah yang nantinya akan dihitung oleh sistem pada Chassis dynamometer.

Perawatan Pada Chassis Dynamometer

Pemeliharaan ruangan

Pemeliharaan ruangan pada dynamometer ini cukup ketat, sebab mesin bisa saja hadapi hambatan semacam kehancuran bagian dalam mesin, akurasi yang menurun dan sebagian kasus yang lain yang mencuat. Kasus tersebut dapat mencuat diakibatkan kondisi ruangan yang tidak bersih dari oli, bahan bakar dan aspek yang lain yang tidak dibersihkan sehabis pengujian berakhir dicoba.

Pemeliharaan alat

Dalam proses pemeliharaan pada peralatan maupun mesin, kebersihan peralatan uji juga sangat berarti buat diperhatikan, sebab diakibatkan peralatan uji yang didominasi oleh bahan metal semacam baja, pelat dan sebagainya, dapat hadapi karatan apabila tidak dirawat dan dibersihkan secara berkala sehabis melakukan pengujan. Sehingga Mengenai tersebut dapat jadi alibi utama kenapa mesin tidak dapat bertahan dengan lama. 


Sumber : Dynamometer Indonesia

Jumat, 22 April 2022

no image

Engine Dynamometer Sebagai Mesin Pengujian Mesin Kendaraan

Apabila kita membicarakan mengenai penugjian pada engine pada kendaraan, tentu tidak bisa dilepaskan dari pengujian engine dynamometer, karena guna dari dari peralatan pengujian ini ialah buat melakukan pengukuran pada nilai torsi dan juga horsepower pada engine kendaraan. Hasil dari pengukuran torsi tersebut juga akan sangat pengaruhi pada performa maksimal yang bisa dihasilkan oleh mesin kendaraan, dan apabila saja engine kendaraan memiliki performa yang baik, sampai kendaraan tersebut tentu juga akan berfungsi dengan baik.

Pada pengukuran dengan engine dynamometer, hasil Horsepower( HP) yang ada pada mesin akan lebih besar dekat 20- 30% apabila dibandingkan dengan hasil yang didapat pada roda( on- wheel). Ada sebagian aspek yang memunculkan Mengenai ini:

  • Aspek mesin yang tersambung menuju ke transmisi. Ketika pelat kopling pada transmisi tidak bekerja dengan sempurna dengan tata tata cara mencengkram, sampai Mengenai tersebut memunculkan pelat kopling selip, yang berakibat nilai test pada dyno jadi menurun.
  • Aspek transmisi, wheel axle, transfer- case dan berbagai fitur lainya yang bergesekan akan mengurangi nilai horsepower.
  • Aspek Torque Converter, juga pengaruhi terlebih pada kendaraan dengan transmisi automatis, yang menimbulkan akan mengurangi nilai horsepower.
  • Tidak cuma itu kombinasi gigi didalam transmisi, kombinasi gigi pada final driver axle dan kombinasi gigi didalam transfer- case, serta diameter bundaran ban akan memberikan aspek perkalian yang akan membuat turun nilai horsepower.

Para tuner, modifikator dan juga para pembalap sangat menggemari pengukuran nilai torsi dan horsepower di roda( on- wheel), karena terpaut dengan hasil yang langsung berhubungan dengan permukaan lintasan balap dan dapat mensimulasikan keadaan sebetulnya disaat mengendarai kendaraan tersebut.

Tetapi, ada sebagian Mengenai yang jadi hambatan ketika kita melakukan pengujian dengan memakai mesin dynamometer ini, sangat utama pada mesin yang tidak memenuhi standar pengujian. Karena semacam itu sangat berarti buat memilih Engine Dynamometer dengan baik biar mesin dapat bekerja dengan maksimal ketika digunakan dalam pengujian. Buat itu, sebagian syarat harus dipenuhi biar sesuatu mesin engine dynamometer dapat dikategorikan sebagai mesin yang sudah memenuhi standar pengujian dynamometer.


Sumber : Dynamometer Indonesia

Rabu, 20 April 2022

no image

Memilih Chassis Dynamometer Dengan Tepat


Dalam melaksanakan pengujian untuk engine, transmisi ataupun kendaraan, pemilik dari workshop pastinya butuh peralatan ujinya yakni dynamometer. Dengan mengenakan dynamometer kita dapat mengidentifikasi keadaan mesin maupun kondisi mesin apakah sama, lebih rendah maupun lebih baik dari spesifikasi pabrikannya. Dynamometer terdiri dari berbagai bermacam jenis pengujian semacam engine dynamometer yang digunakan buat pengujian engine saja, transmisi dynamometer buat pengujian transmisi dan chassis dynamometer yang digunakan buat pengujian kendaran dengan kondisi kendaraan sudah terpasang secara sempurna.

Disaat ini terdapat berbagai bermacam tipe kendaraan dari brand yang berbeda, yang pastinya kendaraan tersebut pula memiliki spesifikasi yang berbeda- beda. Buat itu, dalam membeli chassis dynamometer buat pengujian kendaraan, kita harus mendengarkan sebagian Mengenai, berikut panduan memilah mesin uji chassis dynamometer:

Jenis kendaraan yang hendak diuji

Jenis kendaraan yang dimaksud disini yakni motor maupun mobil, terdapat model peralatan uji yang digunakan buat kendaraan roda 2 dan buat roda 4.

Jenis Chassis Dynamometer

Dalam pengujiannya, Chassis dynamometer memiliki 2 tipe yakni: yang awal terdapat Axle Dynamometer Tata cara kerja dari chassis dynamometer tipe ini yakni segala roda kendaraan dilepas, sehabis itu tiap- masing- masing axle maupun as roda dipasangkan ke peralatan uji sebagai input dari pengujian tenaga dan torsi yang dihasilkan. Yang kedua terdapat tata cara On wheel dynamometer Tata cara kerjanya yakni masing- masing roda penggerak diletakkan diatas roller dynamometer maupun ban bertumpu diatas roller tersebut yang sehabis itu putaran roda hendak membuat roller berputar yang sehabis itu putaran roller tersebut hendak menghasilkan output dan sehabis itu diproses oleh aplikasi sehingga menghasilkan keluaran data.

Tipe penggerak kendaraan

Pemilihan peralatan uji dari tipe penggerak kendaraan digunakan buat kendaraan roda 4. Kendaraan roda 4 memiliki berbagai tipe, ada kendaraan dengan 2 roda penggerak, yang terdiri atas penggerak roda depan( FWD) dan penggerak roda balik( RWD), dan ada kendaraan dengan 4 roda penggerak 4WD) maupun penggerak roda depan balik( AWD).

Spesifikasi kendaraan

Karena spesifikasi kendaraan yang berbeda- beda, sampai perlu spesifikasi kendaraan pengujian yang detail semacam tenaga dan torsi maksimal dari kendaraan yang hendak diuji, wheel base kendaraan serta dimensi dari kendaraan tersebut. 


Sumber : Dynamometer Indonesia

Kamis, 24 Maret 2022

Mari Mengenal Mesin Pengujian Chassis Dynamometer

Mari Mengenal Mesin Pengujian Chassis Dynamometer

Dynamometer ialah sesuatu mesin yang digunakan buat melakukan pengujian ataupun pengukuran pada tenaga, tenaga dan torsi maksimal yang bisa dihasilkan oleh mesin pada sesuatu kendaraan. Ada sebagian bermacam tata metode pengujian yang terdapat pada dynamometer ini, salah satunya ialah tata metode pengujian Chassis Dynamometer.

Chassis Dynamometer ialah tata metode penguijan yang digunakan buat melakukan pengukuran pada daua dan pula torsi maksimal pada kendaraan, chassis ini pula digunakan buat melakukan pengukuran pada emisi maupun pada gas buangan kendaraan dengan tata cara melakukan perbandingan pada bahan bakar dan pula hawa pada mesin kendaraan.

Cara Kerja Mesin Chassis Dynamometer

Terdapat 2 bermacam tata metode pengujianyang digunakan dalam pengujian chassis dynamometer ini, antara lain:

- Axle Chassis Dynamometer

Axle Chassis Dynamometer ialah sesuatu tata metode pengujian yang berfokus pada as kendaraan dalam pengujiannya, karena peralatan ini hanya bisa dipasangkan pada as kendaraan dengan tata cara melepaskan roda maupun ban pada sesuatu kendaraan terlebih dahulu. Sehabis as kendaraan sudah dilepaskan axle dynamometer hendak dipasangkan pada kendaraan tersebut, tata cara kerjanya yakni mesin uji hendak diputar dengan as kendaraan hingga mencapai kecepatan tertentu. Setelah itu nantinya hasil dari pengujian ini dapat disaksikan lewat monitor pada peralatan yang sudah disediakan.

- On Wheel Chassis Dynamometer

Pada tata metode On Wheel Chassis Dynamometer ini pengujiannya tidak membutuhkan yang namanya proses bongkar pasang pada part kendaraan, karena pengujian ini mengenakan roller yang terletak diatas mesin chassis dynamometer. Pertama- tama kendaraan hendak dinaikkan keatas roller chassis dynamometer, sehabis itu kendaraan hendak dijalankan sebagaimana biasanya, nantinya roller hendak berputar seiringan dengan putaran roda pada kendaraan. hasil dari pengujian ini dapat dilihat melalui display monitor yang sudah disediakan.


Sumber : Dynamometer Indonesia

 

Kamis, 17 Maret 2022

no image

Mengenal Tipe-Tipe Absorber pada Engine Dynamometer

Engine Dynamometer merupakan salah satu metode pengujian pada mesin kendaraan, mesin ini memiliki fungsi sebagai alat pengujian yang mengukur performa dan juga kinerja maksimal pada mesin kendaraan. Engine dynamometer juga digunakan untuk melakukan pengujian pada daya maksimal dan juga torsi maksimal yang bisa dihasilkan oleh sebuah mesin kendaraan. Ada 3 macam absorber yang digunakan pada pengujian engine dynamometer ini, diantaranya:

Water Brake Absorber

Water brake absorber adalah sebuah rem hidrolik yang terdapat didalam mesin engine dynamometer, rem hidrolik ini memiliki fungsi sebagai media pengubah energi yang sudah dihasilkan oleh mesin kendaraan menjadi semacam energi panas, energi panas tersebut juga akan dipindahkan menuju air dengan menggunakan dynamometer. Pada bagian dalam water absorber ini juga memiliki 2 sisi diantaranya sisi stasioner (stator) dan juga sisi spinning (rotor), masing-masing dari kedua sisi tersebut memiliki sebuah kantong yang digunakan sebagai media pemindah air dari sisi yang satu menuju ke sisi lainnya. Water absorber ini juga memiliki sebuah katup yang bisa secara otomatis membuka dan menutup, katup tersebut berfungsi sebagai pengontrol jumlah air yang dialirkan pada dynamometer.

Eddy Current

Untuk absorber dengan tipe eddy current ini mempunyai sebuah rem elektromagnetik yang digunakan untuk melakukan pemuatan pada mesin uji, bagian yang terdapat didalam absorber ini juga memiliki sebuah rotor yang berputar, nantinya rotor tersebut dapat menciptakan semacam resistensi terhadap medan magnet sehingga resistensi tersebut dapat memberikan sejumlah beban pada mesin pengujian. Proses ini nantinya dapat mengubah energi dari mesin menjadi energi panas pada rotor, lalu energi pada tersebut akan didinginkan dengan menggunakan air yang dialirkan melalui absorber.

Alternating Current Absorber

Alternating current absorber ini menggunakan semacam motor listrik sebagai media pemuat pada mesin, pada saat mesin dilakukan proses konfigurasi dengan menggunakan penggerak regeneratif, energi yang sudah diserap tadi akan diubah menjadi energi listrik dan dikembalikan lagi ke jaringan listrik, yang mana ini dapat mengurangi biaya pada tiap-tiap pengujiannya. Selain digunakan untuk melakukan pemuatan pada sebuah mesin, absorber ini juga bisa digunakan untuk menggerakkan mesin untuk mensimulasikan inersia pada kendaraan seperti pada jalan mendaki, menurun dan jalanan datar.


Sumber : Dynamometer Indonesia

Minggu, 09 Januari 2022

no image

Uji Performa Maksimal Mesin Kendaraan Menggunakan Engine Dynamometer

Engine dynamometer merupakan suatu mesin pengujian yang digunakan buat melaksanakan pengujian pada kinerja serta juga performa kendaraan. Engine dynamometer juga digunakan buat mengenali seberapa besar energi dan juga torsi optimal yang sanggup dihasilkan oleh engine tanpa membagikan sedikitpun beban pada kendaraan, kemudian nantinya yang dicoba pengujian ialah hasil murni dari energi serta juga torsi yang dikeluarkan oleh engine kendaraan. Kemudian, putaran pada flywheel yang telah tersambung mengarah ke mesin pengujian akan diteruskan ke aplikasi serta juga informasi akuisisi, yang mana nantinya informasi tersebut akan diproses. sehabis itu informasi akuisisi tersebut akan ditampilkan pada display monitor pengujian.

Terdapat 2 berbagai jenis pengujian dengan memakai mesin engine dynamometer, ialah portable engine dynamometer serta wajar engine dynamometer. Portable dynamometer umumnya digunakan buat menguji mesin- mesin yang berdimensi kecil, sedangkan itu wajar engine dynamometer ini digunakan buat mesin- mesin berdimensi wajar sampai besar, umumnya mesin ini juga diucap dengan big engine dynamometer.

• Portable engine dynamometer

Tidak cuma sebab dimensi mesin- nya yang kecil, ataupun penginstalannya yang sangat gampang, mesin pengujian yang satu ini memanglah sangat diminati bila dibanding dengan big engine dynamometer. Walaupun mesin ini cuma bisa digunakan pada mesin- mesin berdimensi kecil. Tetapi pada pengujiannya, mesin ini dapat digunakan tanpa wajib melaksanakan penginstalan pada pondasi buat engine ataupun pemasangan perlengkapan pengujian yang lain. Tetapi kekuarangan- nya merupakan mesin pengujian ini tidak dapat digunakan buat melaksanakan pengujian pada engine dengan dimensi dan spesifikasi menengah keatas.

• Big Engine Dynamometer

Mesin pengujian dengan dimensi yang besar ini digunakan pada pengujian mesin- mesin dengan dimensi besar dan spesifikasi menengah keatas, yang mana pada pengujiannya diperlukan pondasi buat pengujian pada engine.

Panduan serta trik memilih mesin Engine Dynamometer

• Perhatikan jenis engine semacam apa yang akan Kamu pakai didalam pengujian

Didunia permesinan pasti terdapat banyak jenis engine yang digunakan pada kendaraan, contohnya saja semacam gasoline, diesel, petrol, electrik, turbo serta sebagian jenis engine yang lain. Tadinya engine dynamometer memanglah dapat digunakan buat seluruh jenis engine, tetapi buat membenarkan hasil akhir pengujian yang lebih memuaskan, para produsen lama- lama tidak memproduksi ngine dynamometer yang dapat digunakan buat seluruh jenis engine. Hingga dari itu, mulai saat ini Kamu wajib lebih mencermati jenis engine semacam apa yang Kamu butuhkan di dalam pengujian Kamu, dan sebagian pernak- pernik berarti yang akan ditambahkan di dalam pengujian engine.

• Perhatikan spesifikasi minimun serta optimal pada engine

Ketika memilih memilih pengujian yang pas, tadinya pasti kita wajib mengenali spesifikasi minimun serta optimal pada engine dynamometer yang akan digunakan. Ini dicoba sebab mesin pengujian yang akan digunakan pasti mempunyai batas minimun serta juga optimal di dalam pengujiannya.

• Memilih absorber yang tepat

Ketika mau memilih engine dynamometer, terdapat sebagian perihal yang sangat berarti buat dicermati, semacam absorber( penyerap) pada mesin, terdapat 3 jenis absorber yang ada pada mesin engine dynamometer, semacam brake absorber, eddy current absorber serta alternating current absorber. Masing masing dari absorber tersebut juga mempunyai kelebihan tiap- tiap, yang mana pemilihan pada absorber ini juga akan pengaruhi budget yang wajib dikeluarkan di tiap pengujiannya. 

Sumber  : Dynamometer Indonesia

Senin, 27 Desember 2021

Menguji Performa Kendaraan Menggunakan Chassis Dynamometer

Menguji Performa Kendaraan Menggunakan Chassis Dynamometer

chassis dynamometer

Chassis dynamometer ialah suatu mesin uji yang biasa digunakan buat melaksanakan pengujian pada energi serta pula torsi optimal yang sanggup dihasilkan oleh mesin pada suatu kendaraan, serta pula mesin pengujian ini pula dapat digunakan buat melaksanakan pengecekan dan pengujian pada emisi gas pembuangan mesin kendaraan. Pengujian emisi ini dicoba dengan tujuan supaya sehabis berakhir dikerjakannya pengujian, paling tidak si operator pada mesin mempu buat menyamakan bahan bakar yang telah dikeluarkan serta pula hawa yang masuk kedalam mesin kendaraan, dengan memakai satuan AFR ratio.

Metode Pengujian Chassis Dynamometer

Kala hendak melaksanakan pengujian dengan menggunkan mesin chassis dynamometer, terdapat 2 tata cara pengujian yang dapat digunakan, yang pertama ada tata cara pengujian roller chassis dynotest, serta tata cara pengujian axle chassis dynotest. Dari kedua tata cara pengujian tersebut, mempunyai metode kerja yang berbeda.

Axle Chassis Dynotest

Pada tata cara axle chassis dynamometer ini, mesin hendak digunakan dengan metode menghubungkan- nya mengarah ke axle ataupun As yang ada pada roda kendaraan, hingga dari seperti itu roda pada kendaraan hendak dilepas terlebih dulu saat sebelum dicoba pengujian. Kala roda pada kendaraan telah menyisakan axle nya saja, hingga axle hendak dipasangkan pada mesin. Nantinya mesin chassis hendak diputar oleh axle pada kendaraan sampai menggapai kecepatan tertentu, hasil akhir dari pengujian ini pula hendak ditampilkan pada layar monitor ataupun layar display yang telah disediakan.

Roller Chassis Dynamometer

Untuk  cara pengujian roller chassis dynamometer ini pengujiannnya lumayan sederhana, karenapengujian ini dilakukan seperti kala kita berlari diatas tredmill, tetapi yang jadi pembedanya adalah penggerak dari chassis dynamometer ini berpusat dari roda pada kendaraan. Cara pengujian yang satu ini pula jadi tata cara pengujian yang sangat terkenal, bila dibanding dengan saudaranya Axle chassis dynamometer. Sebab tata cara ini lumayan sederhana serta pula tidak menghabiskan banyak waktu serta tenaga, semacam melepas ban dari axle dsb.

Kala pengujian lagi berlangsung, roller yang ada pada mesin hendak diputar oleh roda kendaraan sampai menggapai kecepatan tertentu. Hasil dari pengujian ini pula hendak ditampilkan pada layar monitor ataupun layar display yang tadinya telah disiapkan. Bila Kamu tertarik buat berinvestasi pada mesin ini. Kamu tidak butuh takut, sebab mesin ini dapat digunakan dalam jangka waktu yang panjang.

TEMUKAN MESIN CHASSIS DYNOTEST ANDA DISINI

Sumber : Dynamometer Indonesia